HELLO MY NEW WORLD!
RSS

Jumat, 11 Januari 2013

IQ Tidak Mempengaruhi Kecerdasan Seseorang



Apakah kalian memiliki IQ yang tinggi? Jangan sombong dulu, karena IQ (Intelligence Quotient) tidak mempengaruhi kecerdasan seseorang.

   Pasalnya, studi terbaru dari Kanada menyebutkan, hasil uji IQ kemungkinan tidak benar-benar menunjukkan kepintaran orang secara utuh. Dr. Adrian Owen, peneliti senior Canada Excellence Research Chair in Cognitive Neuroscience and Imaging di university’s Brain and Mind Institute, mengatakan, kepintaran yang dinilai hanya dari nilai IQ adalah sebuah mitos.


   Studi ini melibatkan 100 ribu relawan, Mereka diminta untuk menjalani 12 tes kognitif secara online. Pengamatan pada tes mencakup penilaian terhadap kemampuan mengingat, penalaran, konsentrasi, perencanaan. Para relawan ditanyakan pula terkait gaya hidup dan latar belakang kehidupannya.
 
   Hasilnya, peneliti mendapati bahwa tidak ada satu pun tes tunggal atau komponen tes yang dapat menilai secara baik dan akurat terhadap kecerdasan seseorang. Tiap relawan memiliki kekhasan tersendiri pada hasil penilaian terhadap tes mental dan kognitif.
 
   Peneliti meyakini ada tiga aspek yang membentuk kecerdasan seseorang, yaitu ingatan jangka pendek, penalaran, dan komponen verbal. Pada pengamatan terhadap otak melalui pencitraan MRI, kemampuan kognitif seseorang dipengaruhi sirkuit di otak. Dan, sirkuit otak ini berbeda antara satu orang dengan yang lain dan berpengaruh pula pada dominasi kecerdasan yang dipunyai tiap orang.
 
   Hanya saja, orang mesti selalu menjaga kesehatan otaknya agar kecerdasan bisa tetap dijaga. Faktor usia dan gaya hidup tidak sehat mempengaruhi fungsi otak.  Misalnya pada orang yang merokok, mereka punya ingatan jangka pendek yang cenderung menurun.
 
“Kami telah menunjukkan dengan jelas bahwa Anda tidak dapat meringkas perbedaan antara orang-orang dalam satu nilai (IQ), dan itu sesuatu yang  benar-benar  penting di sini,” kata Owen, seperti dikutip CBS News.
 
    Pendapat yang mengatakan bahwa Matematika hanya disukai oleh orang-orang dengan nilai IQ tinggi ternyata salah. Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan apa sebenarnya yang membuat seseorang menguasai Matematika.
Seperti yang dilansir oleh MSNBC (28/12), sebuah penelitian yang dilaksanakan terhadap lebih dari 3500 siswa di jerman mengungkapkan bahwa IQ bukanlah faktor yang mempengaruhi seseorang untuk memahami matematika. Justru, motivasi untuk berusaha lebih keras dan metode belajar yang tepatlah yang bisa membantu para siswa tersebut untuk memahami pelajaran Matematika.
    Analisa yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan dari siswa yang belajar dari kelas lima ke kelas delapan di Jerman. Peningkatan ini pun tidak main-main, dengan motivasi dan metode belajar yang tepat, siswa mampu melampaui persentil ke 63 ketika dari 100 persentil ketika sudah berada di kelas delapan.
"Perbaikan nilai Matematika tersebut sudah kami prediksi ketika memutuskan untuk menggunakan dorongan dan metode belajar yang tepat kepada siswa. Malah, perbedaan nilai IQ di antara siswa tidak menunjukkan efek apapun ketika perlakuan ini kami berikan," kata Kou Murayama, seorang psikolog peneliti dari University of California kepada LiveScience.
    Penggunaan IQ sebagai alat tolak ukur kepintaran selama ini sepertinya salah kaprah. Buktinya, telah banyak penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini yang menunjukkan kalau kecerdasan seseorang tidak selalu dibarengi dengan nilai IQ yang tinggi.

 
(dikutip : dari berbagai sumber)
 

 
 
 
 

0 komentar:

Poskan Komentar